Seroma Setelah Pengencangan Perut: Apa Itu dan Bagaimana Mengelolanya
Pengencangan perut (abdominoplasty) adalah prosedur transformatif yang secara dramatis dapat meningkatkan kontur tubuh dan meningkatkan kepercayaan diri.
Dengan menghilangkan kelebihan kulit dan lemak sambil mengencangkan otot perut, operasi ini membantu pasien mencapai bagian tengah tubuh yang lebih kencang dan lebih terpahat.
Namun, seperti halnya prosedur bedah besar lainnya, proses pemulihan dapat melibatkan komplikasi kecil.
Salah satu kejadian pasca operasi yang paling umum adalah seroma, penumpukan cairan sementara yang dapat berkembang di area bedah.
Meskipun ini adalah masalah yang sering dan dapat dikelola, memahami seroma dan cara menanganinya dengan benar dapat membantu memastikan pemulihan yang lancar.

Apa itu Seroma?
Setelah operasi, tubuh secara alami mengisi ruang kosong dengan cairan sebagai bagian dari proses penyembuhan.
Seroma terjadi ketika cairan ini terkumpul di antara jaringan alih-alih diserap.
Dalam kebanyakan kasus, itu tidak berbahaya dan sembuh dengan perawatan yang tepat.
Namun, jika tidak dikelola, penumpukan cairan yang berlebihan dapat mengganggu penyembuhan dan menyebabkan ketidaknyamanan.
Mengapa Seroma Terjadi Setelah Pengencangan Perut?
Seroma can form after a tummy tuck due to several factors:
- Lymphatic Flow Disruption: The lymphatic system, which helps drain excess fluid, is temporarily interrupted by the abdominal incision, leading to fluid buildup.
- Tissue Separation: Since a tummy tuck involves lifting and repositioning skin and fat, spaces are created where fluid can accumulate.
- Activity Level: Too much movement—or prolonged sitting—during the first 3-4 weeks after surgery can contribute to seroma formation.
- Lack of Compression: Compression garments help minimize space between tissues, reducing the likelihood of fluid accumulation.
Wawasan Dr. Francis Jeon
Dr. Francis Jeon menekankan pentingnya meminimalkan ruang kosong yang tidak perlu di dalam tubuh setelah operasi.
Ketika ruang tertinggal, tubuh secara alami mengisinya dengan cairan.
Menerapkan kompresi yang tepat dan mengikuti instruksi perawatan pasca operasi secara signifikan mengurangi risiko pembentukan seroma.
Pertimbangan utama lainnya adalah manajemen saluran pembuangan. Meninggalkan saluran pembuangan terlalu lama meningkatkan risiko infeksi, sementara mengeluarkannya terlalu dini dapat menyebabkan penumpukan cairan.
Dr. Jeon lebih suka membuang saluran pembuangan sesegera mungkin sambil memantau seroma dengan hati-hati.
Jika terjadi akumulasi cairan, aspirasi jarum (pembuangan cairan melalui jarum suntik) adalah metode manajemen yang sederhana dan efektif.

Bagaimana Cara Mencegah Seroma?
Untuk mengurangi risiko seroma, ikuti panduan berikut:
- Kenakan Pakaian Kompresi: Ini membantu menjaga jaringan tetap di tempatnya, mengurangi ruang di mana cairan dapat terkumpul.
- Seimbangkan Aktivitas dan Istirahat: Hindari gerakan berlebihan, tetapi juga jangan tetap tidak banyak bergerak untuk waktu yang lama. Berjalan lembut meningkatkan sirkulasi dan mengurangi penumpukan cairan.
- Ikuti Petunjuk Perawatan Pembuangan: Mengelola saluran pembuangan dengan benar sangat penting untuk mencegah penumpukan cairan.
- Hidrasi dan Diet: Menjaga hidrasi yang baik dan diet seimbang mendukung penyembuhan jaringan dan mengurangi pembengkakan.
Bagaimana Cara Mengelola Seroma?
Jika seroma berkembang meskipun ada tindakan pencegahan, berikut cara mengelolanya:
- Seroma Kecil Sering Sembuh Secara Alami: Jika penumpukan cairan kecil dan tidak menyebabkan ketidaknyamanan, tubuh dapat secara bertahap menyerapnya dari waktu ke waktu.
- Aspirasi Jarum: Jika seroma berlanjut atau menjadi tidak nyaman, dokter dapat mengeluarkan cairan dengan jarum suntik untuk menghilangkan tekanan dan ketidaknyamanan.
- Pantau Kebocoran: Jika kelebihan cairan menemukan jalan keluar melalui sayatan, itu dapat memperlambat penyembuhan. Menjaga area tersebut tetap bersih dan kering sangat penting untuk mencegah infeksi.
- Cari Perhatian Medis jika Perlu: Jika seroma menjadi besar, menyakitkan, atau menunjukkan tanda-tanda infeksi (seperti kemerahan, kehangatan, atau nanah), intervensi medis diperlukan.

Kesimpulan

Seroma is a manageable condition after a tummy tuck, and most cases resolve without complications.
For at least the first month, wearing a compression garment 24 hours a day, limiting physical activity, and following drain care instructions can significantly reduce the risk.
Dr. Jeon reassures patients that seroma is a normal part of recovery and can be treated easily.
With proper care, healing can progress smoothly and uneventfully.
In particular, during long periods of sitting or when flying where cabin pressure decreases, additional firm compression with an abdominal binder along with the garment is recommended to further reduce the risk.
If you experience any signs of seroma, don’t hesitate to reach out to the Evita Clinic medical team.
Our specialists are here to monitor your progress and provide expert care to ensure a seamless recovery.
Leave A Comment
You must be logged in to post a comment.